Perang Dagang Amerika dan China berdampak Bagi Indonesia

Perang Dagang Amerika dan China berdampak Bagi Indonesia

Perang Dagang Amerika dan China berdampak Bagi Indonesia

Bukan hal yang baru, sudah sejak 2018 perang dagang sudah mulai terdesar ke seluruh dunia. Sejak naiknya Presiden Donald Trump, ia mengancam untuk menaikan tarif import berbagai produk china. Karena ancama tersebut sudah menjadi bahasan publik di seluruh negara, China tidak menganggap itu sebagai ancaman, china malah melakukan hal yang sama kepada Amerika. Ancaman tarif import di kedua negara maju tersebut membuat dunia perdagangan gempar.

Namun di bulan Mei 2018 keduanya sepakat untuk mengembalikan tarif import keseperti semula. Mungkin karena terlalu banyak permintaan produk di keduanya dalam negara masing-masing, keduanya bersepakat untuk berdamai. Tetapi tidak berlangsung lama hanya sekitar sebulan saja perdamaian dagang itu berlangsung. Entah karena apa, keduanya mulai kembali memanas dan menaikan tarif import hingga tembus 2.800 Triliun. Karena masalah dagang dikedua negara tersebut, Indonesia terkena dampak dari perang dagang tersebut. Inilah dampak bagi Indonesia karena hal tersebut.

Perang Dagang Amerika dan China berdampak Bagi Indonesia

Ekspor Sawit Menurun

Ekspor sawit sangat menurun hingga 17 persen dari tahun lalu. Hal ini karena beberapa negara membuat kebijakan yang cukup ketat untuk kepentingan mereka masing-masing. Contohnya adalah seperti pemerintahan eropa yang melarang penjualan minya sawit dan Amerika yang meningkatkan bea masuk produk biodiesel.

Ekspor Otomotif Terhambat

Dari perang dagang kedua negara maju tersebut juga berdampak ke ekspor produk otomotif ke Vietnam. Pemerintahan Vietnam membuat kebijakan baru untuk impor otomatif ke negaranya. Indonesia yang sedang berjuang merayu pemerintahan cukup kesulitan padahal Vietnam adalah pasar ekspor otomotif yang cukup menguntungkan.

Ekspor Alumunium dan sejenisnya

Indonesia sudah banyak mengekspor besi, baja, dan alumunium ke negara Amerika. Karena keduanya masih cukup memanas dalam strategi dagang, Indonesia menjadi negara pengalihan karena masalah tersebut. Ekspor dan Import jadi terganggu saat ini.

Ekspor di Sektor Industri Tekstil

Dampak lainnya dari masalah tersebut adalah Amerika memutuskan kebijakan ekspor dengan mencabut GSP di sektor industri tekstil.

Selain dampak negatif, ada juga dampak positif dari masalah kedua negara tersebut yaitu Indonesia cukup berpeluang besar untuk menggantikan produk yang dibutuhkan oleh kedua negara tersebut.

Hubungan Negara Korea Selatan dan Korea Utara

Hubungan Negara Korea Selatan dan Korea Utara

Hubungan Negara Korea Selatan dan Korea Utara – Belum lama ini kita mendengar bahwa ada pertemuan antara kedua negara yang telah
lama sekali tidak berhubungan atau dapat dikatakan tidak menjalin hubungan baik padahal sebagai negara bertetangga harusnya dapat
memberikan hubungan yang baik.

Korea Selatan dan Korea Utara menjadi kedua negara yang sangat diperhatikan karena permusuhannya dan juga hubungan yang tidak
baik bertahun – tahun lalu hingga sekarang. Tetapi ada kabar yang sangat mengejutkan bagi warga didunia yang mendapatkan sebuah
kabar bahwa kedua pimpinan dari negara Korea ini melakukan pertemuan dan digelar pada media.

Hal yang sangat langka terjadi menjadikan setiap warga yang melihatnya kaget sekaligus merasakan kelegaan bahwa kedua negara ini
dapat berhubungan bahkan dapat melakukan pertemuan yang sangat baik untuk saling mendekatkan diri dan juga menjalin hubungan
internasional.

Karena hal ini terjadi berimbas positif terhadap kedua negara ini. Seperti yang kita ketahui bahwa korea utara memiliki beberapa konflik
sebelumnya dengan Amerika Serikat terkait produksi nuklir dan uji coba nuklir yang sangat ditentang oleh Donald Trump presiden dari
negara paman sam ini.

Hubungan Negara Korea Selatan dan Korea Utara

Setelah kita menyaksikan pertemuan kedua pimpinan korea yaitu kim jong un dari korea utara dan Moon Jae-in dari korea selatan menjadi
bahan pembicaraan dimana mereka berdua saling bersalaman dan bergandengan tangan melalui jalan perbatasan antar kedua negara. Hal
ini disambut meriah oleh seluruh warga dari kedua negara korea tersebut.

Pertemuan ini menjadi sejarah yang terukir dengan bergandengan tangan serta mengakhiri konflik puluhan tahun mereka dan mengurangi
ketegangan atas program senjata nuklir Korea Utara yang selama ini menjadi permasalahan utama yang terjadi antar kedua negara ini. Oleh
karena adanya pertemuan ini menjadi sejarah yang terukir oleh dunia.

Pada pertemuan tersebut mereka mendiskusikan tentang denuklirisasi Korea Utara. Korea Utara telah melakukan beberapa tes senjata,
termasuk yang melibatkan bom hidrogen, sejak Kim mengambil alih kekuasaan pada tahun 2011.
Pemimpin Korea Utara mengumumkan pekan lalu bahwa negara itu akan menangguhkan uji coba nuklir dan uji coba rudal tanpa batas.

Kedua pemimpin juga diharapkan untuk membahas perjanjian damai yang akan secara resmi mengakhiri Perang Korea.
Pertempuran berhenti ketika Perjanjian Gencatan Senjata Korea diberlakukan pada 1953, tetapi tidak ada perjanjian perdamaian yang ditandatangani.

Perang Dagang Semakin Panas Antara Cina dan Amerika

Perang Dagang Semakin Panas Antara Cina dan Amerika

Perang Dagang Semakin Panas Antara Cina dan Amerika – Cina menjadi negara yang sangat berkembang dan saat ini menjadi sebuah negara
yang patut diperhitungkan. Hampir semua barang yang digunakan terbuat dan berasal dari negara Cina yang membuat monopoli dan juga
penjajahan ekonomi terjadi tetapi tidak terlihat.

Amerika menjadi negara yang saat ini mengibarkan bendera perang dagang terhadap Cina. Biaya masuk yang ditarifkan 10% kepada Cina menjadi
sebuah buntut panjang dari peperangan dagang ini. Hampir 300 miliar dollar amerika akan dikeluarkan oleh Cina untuk dapat memasok barangnya
masuk dalam negara Amerika Serikat.

Hingga saat ini, bisnis properti Cina juga ikut terpengaruh terhadap peperangan dagang Cina – Amerika. Donald Trump selaku presiden Amerika Serikat
menuding bahwa Cina melakukan manipulasi mata uang Yuan untuk tetap dapat melakukan ekspor dengan nilai yang dapat diatur oleh Cina tetapi
sampai saat ini belum terbukti secara ilmiah.

Perang Dagang Semakin Panas Antara Cina dan Amerika

Panasnya peperangan ini memberikan dampak terhadap seluruh negara bahkan saham – saham di asia maupun eropa ikut terpengaruh. Beberapa hari
yang lalu presiden Donald Trump melakukan cuitan yang menimbulkan anjloknya harga saham dan membuat beberapa orang terkaya di dunia harus
kehilangan uang yang dinilai sampai 3 miliar dollar amerika serikat.

Hal ini sangat membuat dampak yang tidak kecil dan juga menjadikan setiap pengusaha mengalami kerugian dan mengalami pengurangan terhadap
kekayaan yang dimilikinya. Bukan berarti hanya antara 2 negara tersebut yang melakukan perang dan berkesudahan karena ternyata banyak sekali
efek dan dampak yang diterima oleh beberapa negara karena peperangan ini dan salah satunya adalah situs https://agen1388.net yang bergerak dalam bidang judi bola, agen sbobet, situs casino online di Indonesia yang
ikut merasakan dari efek peperangan kedua negara ini dimana nilai dari transaksi berubah karena adanya faktor
yang sangat panjang untuk dijelaskan.

Perekonomian Dunia Menjadi Tidak Stabil Karena Perang Dagang

Naik turunnya perekonomian dunia dapat dikatakan menjadi sangat tidak stabil dan sedang pasang surut karena dampak dari peperangan dagang yang
sedang terjadi. Konflik kedua negara ini memang tidak dapat diindahkan karena masing – masing negara memang terbukti kuat dari segi perdagangan dan
juga perekonomian.

Tetapi dampak dari ini semua berimbas terhadap negara lain yang sudah pasti sangat merugikan dan menjadi tidak stabilnya perekonomian dunia. Anggap
saja dalam beberapa hari ini dollar mengalami penurunan dan emas menjadi naik terhadap kurs rupiah. Hal ini memang menjadi positif negatif akan tetapi
keseimbangan memang perlu diatur untuk setiap negara di dunia.